Beli Swing, Perlu atau Tidak?

Udah beberapa hari ini nih aku mempertimbangkan kembali untuk membeli swing, sebelumnya sih pada masa-masa kehamilan sudah terpikir untuk membelinya sewaktu aku melihat-lihat keperluan sidedek. Alasan waktu itu sih biar aku bisa multitasking dalam pekerjaan sehari-hariku nanti di Perth. Karena nanti disanakan berbeda sekali dengan disini, semua hal harus aku lakukan sendiri, dari pekerjaan rumah sampai mengurus kedua jagoanku. Kalau dipikir-pikir memang bakalan berat sekali, tapi ya semua itu harus dijalanin dulu sebelum kita memutuskan bahwa hal tersebut berat atau tidak. Disatu sisi aku excited untuk hidup mandiri jauh dari orang tua, untuk lebih membuktikan bahwa hidup itu memang berat Dan sekarang ini yang menguatkanku adalah banyak orang-orang disana yang bisa survive dengan kehidupan mereka maka begitu pula dengan keluarga kami. Insya Allah niat baik untuk membentuk keluarga yang Sakinah diridhoi. Amin. Nah kembali ke alasan untuk membeli swing lagi, yaitu deh supaya bisa multitasking dan mengurangi ketergantungan sikecil akan gendongan. Karena sekarang sepertinya sikecil sudah mulai merasakan nyamannya digendong. Apalagi kalau sudah malam, wah aku dan si uti harus gantian deh begadang dan gendong si dedek (karena sekarang si papa sudah di Perth jadi yang nemenin mama begadang ya si uti deh) Selain itu biar si dedek tetap senang dan bisa beraktivitas dengan aktif. Sehingga semua kebutuhan bisa terpenuhi, dimana si mama bisa beraktivitas melakukan pekerjaan rumah dengan nyaman, sementara si dedek pun tetap merasa nyaman dan aman. Tinggal bagaimana membuat si kakak tidak ikut-ikutan memainkan mainannya si dedek aja nih yang agak bikin mama puyeng Setelah lihat-lihat swing di internet ada beberapa model keluaran Fisher Price yang cocok untukku. Untuk modelnya bisa dilihat di sini dan di toko ini dibagian kursi dan ayunan pada gambar urutan pertama ada kursi ayun yang bisa dipakai sampai anak berusia 1 atau 2 th. Jadi sepertinya sih gak sia-sia beli barang tersebut karena bisa buat bermain sampai mereka agak besar atau bisa juga untuk kursi makan pada saat sikecil sudah mulai bisa makan. Jadi kesimpulannya adalah aku perlu membeli swing nih 🙂 Nah sekarang tinggal cari waktu yang tepat untuk bisa pergi beli Swing euy……

Iklan

~ oleh Wulan pada September 4, 2009.

Satu Tanggapan to “Beli Swing, Perlu atau Tidak?”

  1. Salam buat semuanya…., saya mau tanya ? kenapa anak kampus suka melakukan intim di luar nikah ( di kos2an ) apa mereka orang yg tdk beragama/ kampus tempat berbuat mesum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: