Ternyata setiap anak bawaannya beda-beda

Sudah lama membicarakan hal ini dengan ibu-ibu lain dimanapun aku berada. Jika berbicara tentang anak, apalagi jika anaknya itu  lebih dari satu, mereka akan bercerita bahwa anak pertamanya berbeda  banget pembawaannya dengan anak kedua, ketiga dan seterusnya. Aku juga mengamini hal tersebut, karena bagiku seorang anak juga merupakan mahluk individual dan sosial persis seperti orang dewasa. Setiap insan didunia ini pasti mempunyai persamaan dan perbedaan karakter yang membuat dunia ini menjadi semakin berwarna dengan keragaman karakter setiap individunya.

Ternyata begitu hal tersebut terjadi pada diriku, aku sedikit kaget dan berkata pada diriku sendiri “ternyata bener lho, tiap anak bawaannya beda-beda”. Padahal ini baru pada tahap kehamilannya saja apalagi nanti kalau sudah lahir, begitu pikirku. Disini aku melihat bahwa pada kehamilan pertama itu tidak pernah aku merasakan yang namanya mual-mual berkepanjangan, apalagi sampai muntah-muntah setiap kali habis makan. Dan tidak ada sejarahnya pada kehamilan pertama berat badan menurun seperti yang layak juga terjadi di kehamilan pada trimester pertama, karena biasanya pada masa itulah banyak terjadi “morning sickness” dimana para ibu hamil sering merasakan mual dan berkurangnya nafsu makan. Tapi pada kehamilan kedua ini, finally aku merasakan juga hal-hal tersebut.

Jadi ternyata pembawaan setiap anak itu memang berbeda-beda, malah itu terasa sejak dari dalam kandungan. Tapi yang paling penting, si ibu harus bisa menjaga moodnya dengan baik, sebab si kecil bisa merasakan mood sang ibu saat sedang mengandung dan hal ini juga berpengaruh pada pembawaan sang anak nantinya. Tapi untuk hal yang satu ini sih mungkin masih bisa dipertanyakan dan mungkin akan aku buktikan nanti setelah si kecil lahir. Apalagi calon anak keduaku ini sudah menghadapi beberapa cobaan yang cukup besar, tapi ibu berkata “tenang nak, ibu akan menjagamu sekuat tenaga, dengan rahmat dan ridho dari Allah, kita akan melewati masa-masa berat ini bersama-sama, we will fight together my Dear baby”

~ oleh Wulan pada Desember 30, 2008.

2 Tanggapan to “Ternyata setiap anak bawaannya beda-beda”

  1. Apalagi calon anak keduaku ini sudah menghadapi beberapa cobaan yang cukup besar

    mengundang pertanyaan, cobaan apa mbak?

  2. Wah yang paling bikin resah kemaren waktu apply visa untuk pindahan, kan harus pake x-ray tapi Alhamdulillah akhirnya diapprove untuk apply visa terpisah antara aku, raditya dan mas suryo. Tapi itu berarti aku harus pisah dengan mas suryo beberapa bulan karena dia harus berangkat duluan. It means aku, radit dan sikecil stay di Indo sampai melahirkan. Dan berarti si dedek lahir tanpa ditunggui bapaknya😦 Terus dikantor ada yang sakit cacar, wah sampai saat ini kayaknya masih belum tenang nih Nung karena sepertinya sekarang lagi musim penyakit cacar air.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: