Morning Sickness, Kenapa sih terjadi?

Morning Sickness juga disebut dengan Nausea Gravidarum atau juga penyakit kehamilan adalah suatu kondisi yang mempengaruhi lebih dari setengah jumlah wanita hamil yang gejalanya hampir mirip dengan wanita yang sedang menggunakan kontrasepsi hormon ataupun sedang menjalani terapi hormonal. Rasa mual dapat terjadi secara ringan ataupun berat yang dapat mengakibatkan muntah-muntah pada wanita hamil tersebut. Pada kasus yang berat dikenal dengan istilah hyperemesis gravidarum, seorang wanita hamil harus menjalani istirahat penuh di rumah sakit untuk menghindari dehidrasi, yang dapat terjadi pada sekitar 1% kehamilan.

Sebenarnya sebutan Morning sickness tidak sepenuhnya benar karena sering kali rasa seperti ini terjadi tidak hanya di pagi hari tapi juga bisa terjadi sepanjang hari, baik siang, sore ataupun malam seperti yang sedang aku alami sekarang ini. Kadangkala rasa mual memuncak di pagi hari, kadang disiang ataupun malam sebelum tidur. Bisa juga terjadi sehabis makan, jika perut diisi terlalu banyak. Jadi sebaiknya porsi makan dikurangi tetapi durasinya diperbanyak. dari sehari 3x bisa dirubah menjadi 5-6x sehari dengan porsi yang sedikit.


Mengapa ini terjadi?

Beberapa ahli mengatakan bahwa hal ini terjadi berhubungan dengan adanya hormon human chorionic gonadotrophin (HCG). Hormon ini diproduksi dalam jumlah yang banyak sampai dengan plasenta mengambil alih tugas untuk menjaga dan memberikan nutrisi kepada si janin didalam kandungan pada sekitar kehamilan berusia 12 sampai dengan 14 minggu. Hormon lain seperti oestrogen dan thyroid juga mengambil peranan dalam hal ini. Jadi adanya kondisi mual-mual dan muntah pada suatu kehamilan muda bisa berarti suatu tanda yang baik bagi ibu hamil tersebut karena bisa berarti hormon kehamilannya berada dalam level yang tinggi sehingga baik untuk sijanin.

Berapa lama hal ini bisa terjadi?

Morning Sickness atau pregnancy sickness biasanya mulai terjadi pada minggu ke-6 sampai dengan minggu ke-16.

Apakah hal ini akan berpengaruh pada si janin?

Jangan kuatir hal ini akan berpengaruh pada sijanin, selama masih ada makanan ataupun minuman yang bisa masuk maka sesedikit apapun porsinya hal ini tidak akan mempengaruhi si janin. Yang penting jangan lupa mengkonsumsi folic acid untuk membantu perkembangan otak dan tulang belakang janin. Selama kita masih bisa menahan rasa mual dan tidak muntah berlebihan maka dokter akan menyarankan untuk tidak mengkonsumsi obat pengurang rasa mual. Tapi jika kita sudah tidak tahan dan tidak ada sedikit pun makanan atau minuman yang bisa masuk, maka sebaiknya kita harus berkonsultasi dengan dokter.


~ oleh Wulan pada Desember 30, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: