Renungan Ramadhan (1)

Kisah Kejujuran

Mubarak, tak pernah merasakan manisnya buah delima

Transaksi tanggung jawab adalah wilayah yang seringkali kehilangan kejujuran. Sebab di wilayah ini ada godaan besar mencari dan mencuri keuntungan. Sebab terkadang di depan mata ada seonggok materi yang begitu menggiurkan yang bisa mematikan kejujuran kita. Maka itu, mungkin kita perlu belajar dari seorang Mubarak yang begitu kuat memegang tanggung jawab.

Dikisahkan bahwa Mubarak, ayah dari Abdullah bin Mubarak, ulama yang terkenal itu, pernah bekerja disebuah kebun delima milik seorang sudagar dari negeri Hamdzan. Suatu ketika majikannya datang kepadanya, “ hai Mubarak, aku ingin buah delima yang manis.” Mubarak bergegas menghampiri sebuah pohon delima dan memetik buahnya. Majikannya lantas membelahnya, tetapi ternyata buah delima itu terasa asam. Ia marah, seraya berkata, “aku minta yang manis tapi kamu kasih yang asam ! ambilkan aku yang manis !”

Mubarak pun segera berlari memetik delima dari pohon yang lain. Setelah dipecah ternyata rasanya sama, asam. Kontan, majikannya semakin murka. Ia memetik sebuah delima lagi untuk ketiga kalinya, tetapi rasa semakin kecut. Setelah itu, majikannya bertanya, “ apakah kamu tidak bisa membedakan mana yang manis dan mana yang asam?”

Mubarak menjawab, “ Tidak.”

“bagaiman bisa ?”Tanya majikannya.

“sebab aku tidak pernah makan buah dari kebun ini sampai aku benar-benar mengetahui kehalalannya,” jawabnya.

“kenapa demikian?” Tanya majikannya lagi.

“karena aku hanya disuruh menjaganya, tidak disuruh memakannya,” jawab Mubarak.

Si pemilik kebun terkesima mendengar jawaban itu. Hanya seorang pembantu tetapi ia begitu jujur. Sosok Mubarak seketika begitu agung dan mulia dimatanya. Akhirnya si pemilik kebun menikahkan putrinya dengan Mubarak, dan kelak isteri Mubarak melahirkan Abdullah bin Mubarak, seorang alim dan ahli hadits yang zuhud, yang merupakan hasil pernikahan terbaik dikala itu. Sampai sampai Fudhail bin Iyadh berkata, “ Demi pemilik Ka’bah, kedua mataku belum pernah melihat orang yang menyamai Ibnul Mubarak.

~ oleh Wulan pada September 5, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: