Mengajari si Kecil Toilet Training

Toilet training adalah suatu proses untuk mengajarkan kepada anak-anak untuk buang air di kamar mandi (WC). Kapan anak siap untuk toilet training? Para ahli sepakat tidak ada patokan usia kapan TT harus dimulai. Namun dianjurkan sejak usia 12 bulan anak sudah harus mendapat latihan TT. Anak laki-laki biasanya lebih lambat melakukan toilet trainingnya dibandingkan dengan anak perempuan.

Mengajari anak menggunakan toilet dengan benar atau toilet training (TT) memang susah-susah gampang. Banyak anak yang sudah tidak ngompol lagi selepas merayakan ulang tahun pertamanya. Tapi banyak juga yang masih pup di celana meski sudah masuk taman kanak-kanak.

Seperti kami juga, awalnya kami sangat kesulitan mengajarkan toilet training kepada si kecil. Sampai suatu hari disaat pembagian laporan hasil pendidikan nya di BONA (sanggar bermain) kami bertemu dengan seorang psikolog untuk berkonsultasi apa saja mengenai perkembangan si kecil. Ini adalah salah satu keunggulan BONA selain harga yang terjangkau dengan materi pelajaran yang cukup bagus adalah setiap kali pembagian raport, kami diberikan kesempatan untuk berkonsultasi dengan psikolog anak secara GRATIS ๐Ÿ˜€ dan psikolognya juga adalah orang yang sama disetiap semester sehingga psikolog tersebut juga bisa mengikuti perkembangan si kecil. Pada kesempatan kali ini kami bertanya mengenai pengendalian emosi si kecil. Jadi ibu psikolog tersebut mengemukan ide untuk memberikan poin reward dalam bentuk yang terlihat langsung oleh sikecil dimana kita bisa memberikan aturannya sebelum kita menerapkan sistem poin reward tersebut. Pada awalnya kami masih ragu apakah anak kami (berumur 3 th) sudah bisa mengerti dengan sistem tersebut. Tapi ibu psikolog tersebut meyakinkan kami bahwa anak itu sudah bisa mengerti dan bisa mengikuti sistem tersebut. Akhirnya kami bersepakat untuk menerapkan sistem tersebut pada si kecil untuk mengajarkannya toilet training.

Setelah menyiapkan semua peralatannya, seperti membeli stempel-stempel yang lucu, dan mendesain tempat untuk menstempel poinnya, kemudian kami memberitahukan aturannya kepada si kecil. Sejak saat itu ternyata si kecil sangat bersemangat untuk mengumpulkan poinnya demi mendapatkan mainan yang dia inginkan. Dalam waktu 2 minggu saja si kecil langsung berhasil melakukan toilet trainingnya, begitu poinnya terkumpul dan dia bisa membeli mainannya, dia sangat senang sekali dan terlihat bangga dengan hasilnya tersebut. Dan dengan sistem tersebut selain berhasil melakukan toilet training, sikecil juga sudah bisa dikendalikan supaya tidak setiap saat membeli mainan.

Terima kasih banyak kepada ibu psikolog yang sudah memberikan ide yang sangat kreatif dan bermanfaat bagi kami. Ternyata dengan cara yang tepat mengajarkan sesuatu hal yang baru kepada si kecil itu menjadi lebih mudah. Tetapi menemukan cara yang tepat itu memang membutuhkan eksplorasi dan trial n error yang tidak mudah ๐Ÿ™‚

Berikut aku berikan gambar hasil sistem poin reward yang aku terapkan kepada si kecil. Disana kami memberikan cap biru untuk semua perbuatan baiknya dan cap merah untuk perbuatan tidak baik. dimana cap merah akan mengurangi poin dari cap biru.

link lain mengenai toilet training:

http://www.med.umich.edu/1libr/yourchild/toilet.htm

http://www.evelinakids.nhs.uk/families/az_child_health/t/toilet_training.html

Iklan

~ oleh Wulan pada Agustus 14, 2008.

9 Tanggapan to “Mengajari si Kecil Toilet Training”

  1. Ibu psikolog itu benar-benar memberikan inspirasi buat kita, terutama karena model point reward ini bisa digunakan untuk mengerem kemauannya si kecil, jadi mengajari dia untuk menahan diri ๐Ÿ™‚

    terus karena gak dibeliin mainan sekarang kerjaannya si kecil adalah melihat katalog mainan! dan pesen ke bapaknya, nanti kita beli yang ini dan yang ini dan yang ini ya paaak .. ๐Ÿ˜€

    btw nanti kalo ketemu lagi kita harus tanya ma, siapa nama ibu psikolog itu???? hehehe

  2. tak coba deh. mudah2an si kecilku ndak maksa sifat “pokoknya-aku” nya.. btw, kok ada tanggal2 yang gak distempel? apa artinya tuh?

  3. cobalah Ded, awalnya kami juga agak ragu hal ini bisa berhasil tapi ternyata diluar dugaan lho. Hanya dalam waktu 1 minggu dia berhasil melakukan toilet trainingnya. Dan setelah itu dia bisa direm untuk mengurangi kelakuan negativenya. Emang sih ga bakalan hilang 100% tapi mengurangi sebanyak more than 50% itu sudah cukup baguskan? ๐Ÿ˜€
    Dan yang harus diingat juga kita harus disiplin dan ga boleh kalah dengan sikecil. kadang kita harus memaksa dia untuk memilih.
    jadi seperti aku misalnya dia mulai nakal dan ga nurut. aku tinggal bilang “ok, ga papa deh Adit ngengek disini tapi ingat nanti poinnya berkurang dan adit ga beli-beli mainan deh:D ”
    setelah itu dia langsung menurut walaupun awalnya pake ngedumel-ngedumel dikit ๐Ÿ™‚
    wah kalo anakmu pake “pokoknya-aku” ya Ded? kalo anakku pake “tapikan Adit mau ini….tapikan Adit mau itu…..” hehehehe

  4. @weathertop
    iya pa, kita kok lupa tanya nama ibu sepikolog itu ya ๐Ÿ˜€ ntar kalo sudah ga diBONA lagi, kayaknya kita tetep butuh konsultasi ama ibu itu deh ya. kalo perlu kita berikan souvenir buat ibu sepikolog itu pa, karena dia berhasil memberikan ide yang cemerlang ๐Ÿ˜€

  5. @Dedi : tanggal 12 ga distempel itu artinya dia tidak melakukan hal-hal yang kami anggap baik ato malah aku yang lupa ngajak dia bikin cap biru ya?? ๐Ÿ˜€ karena dia sangat bersemangat sekali mengajak kami untuk menambah cap biru di kertasnya

  6. kalo anak yang baru setahun bisa gak ya?
    ada detailnya gak ya mbak, step2 nya
    makasih buat artikelnya ya

  7. wah kalo step-stepnya sih ga ada, yang penting anak itu bisa lihat bentuk poin rewardnya sehingga dia yakin memang ada faktor pengukurnya. Anakku aja senang sekali lihat-lihat kertasnya tersebut. dia sibuk menghitung apakah sudah penuh atau belum poinnya ๐Ÿ˜€
    untuk anak 1 tahun mungkin bisa dicoba saja mas.kadangkala banyak sekali kejutan-kejutan yang diberikan si kecil, sering kita menyangka mereka masih kecil dan belum mengerti apa yang kita ajarkan tetapi ternyata mereka cepat belajar lho. they always one step ahead than what are we think about.

  8. tukeran link yuk wul

  9. ok Ded, ntar aku add kamu di blogroll ku ya

Tinggalkan Balasan ke DEDI Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: