Cross Stitch Untuk Pemula (bagian 2)

Bagaimana menjahit kristik

1. Individual stitches, sering disebut dengan “English Cross-Stitch”

Sangat berguna untuk kristik yang kecil, bagian-bagian yang terisolasi/terpencar-pencar, atau dimana kamu tidak akan kembali ke baris permulaan. Gunakan metode ini untuk baris-baris vertikal.

2. Cross-stitch by line

Kristik biasanya dikerjakan baris demi baris. Selesaikan satu baris dalam satu diagonal yang searah, dan kemudian jahit kearah sebaliknya. Metode ini digunakan untuk sebagian besar kristik.

Santailah waktu anda menjahit. Jahitan anda seharusnya rata diatas kain dan tidak merubah bentuk lubang dan kain.

PENTING UNTUK DIINGAT:

Semua X disilangkan dengan arah yang sama. Bagian atas dari X harus berada dalam arah yang sama (\ atau /). Jika tidak, maka tampilan kristik anda akan terlihat sedikit janggal.

Bagaimana memulai jahitan

Jangan pernah menyimpulkan jahitan anda! Simpul akan menarik kain dan menimbukan kerutan dibelakang kristik. Jadi bagaimana anda memulai jahitan tanpa simpul?:

  • Ketika melakukan tusukan pertama, lakukan Ketika memulai jahitan, mulailah dari bagian belakang kain, kemudian tusuk ke depan, tinggalkan kurang lebih 1,5cm bagian benang dibelakang kain. Peganglah benang lebihan dibagian belakang tersebut dan kemudian anda melakukan jahitan selanjutnya..

  • Lanjutkan jahitan dari depan ke belakang dengan normal.

  • Ketika tusukan kembali ke bagian belakang, jepitlah benang yang berlebih tersebut dibawah benang jahitan, sehingga benang yang berlebih tersebut tersembunyi dibawah jahitan.

  • Untuk beberapa jahitan selanjutnya, teruskan seperti langkah diatas sampai benang yang berlebih tadi tertutup seluruhnya.

Kadangkala suatu warna hanya dijahit dibeberapa lubang saja dan kemudian melompat ke area yang lain. Hampir sebagian anda harus menghentikan jahitan dan mulai lagi dengan warna yang lain, tapi bisa juga anda melompat langsung kebagian warna yang sama tersebut. Jahitlah satu warna yang sama dari satu area ke area yang lain jika hal tersebut lebih mudah daripada kita harus berhenti dan mulai lagi dengan warna yang lain, tapi seringkali pada saat melompat warna benangnya terlihat dari depan. Hal ini terjadi jika anda melompat pada saat menggunakan benang yang berwarna gelap dan meleewati area yang belum dijahit dan kainnya berwarna terang. Secara umum, anda dapat melompat dari satu jahitan ke jahitan yang lain jika jaraknya tidak terlalu jauh, warna benangnya terang dan melewati bagian yang sudah dijahit.

Bagaimana menutup Jahitan

  • Pastikan anda meninggalkan benang berlebih diakhir jahitan anda.

  • Selesaikan jahitan anda dengan melakukan langkah-langkah seperti pada waktu anda memulai jahitan.

  • Terakhir jika anda rasa benangnya sudah cukup dan tidak akan tercabut lagi, potonglah sisa benang tersebut.

Jika anda tidak mempunyai benang berlebih diakhir jahitan

Lepaskan jarum dari benang

  • Tempatkan jarum di stik jahitan berikutnya, atau dibawah jahitan terakhir meskipun ada benang disitu, tapi tinggalkan jarum diluar

  • Masukan benang ke dalam jarum, biarkan ditempatnya

  • Tarik jarum dengan normal

  • Anda harus melakukannya berulang sampai dengan selesai.

Ketika baris tidak sama dengan panjang

Ada dua kemungkinan : baris tidak sama dengan bagian awal anda memulai, atau bagian akhir. Jika anda mulai dari kiri ke kanan dan kembali dari kanan ke kiri, anda mulai dari kiri dan selesai dikanan.

  1. Jika berakhir dibagian akhir jahitan, jahitlah dengan normal.

  2. Jika berakhir di bagian anda mulai, anda mungkin perlu menjahit balik dari jahitan terakhir anda atau jahitan pertama di baris selanjutnya. Jadi daripada bekerja dari bawah-kiri ke atas kanan, anda mungkin perlu untuk menjahit dari kanan-atas ke kiri-bawah. Lakukanlah sebaik mungkin dan jangan terlalu khawatir dengan hasilnya. Ingatlah bahwa orang tidak begitu peduli dengan bagian belakang kain anda, kecuali anda mengikuti kompetisi. Jadi kerjakanlah saja sembari kita memperbaiki teknik kristik perlahan-lahan.

Ketika suatu bagian terpisah

Dalam beberapa kasus, biasanya ada suatu bagian yang tidak lengkap. Sebagai contoh, jika kamu bekerja dari kiri ke kanan, ada beberapa jahitan dikanan, beberapa baris dibawah yang akan secara normal tidak akan tercapai. Ada dua cara untuk mengerjakannya, yaitu sebagai berikut:

  1. Kerjakan seperti biasa, potong benang, kembali kebagian yang tertinggal. Metode ini akan lebih lama pengerjaannya, tapi untuk pola yang rumit akan menjadi lebih mudah.

  2. Kerjakan area tersebut dengan menggunakan half-stitches, kemudian terus ke atas ataupun ke bawah. Ketika sampai dibagian akhir, telusuri kembali jahitan anda. Anda harus kembali ke bagian dimana anda mulai. Lanjutkan seperti biasa.

Backstitch

Ketika anda selesai, mungkin anda ingin menegaskan bentuk dari beberapa bagiannya atau untuk membentuk huruf dan angka. Hal ini akan memberikan bentuk yang tajam dan kontras. Jahitan yang digunakan untuk memberikan garis tepi ini disebut dengan backstitch atau double-running stitch. Biasanya menggunakan satu benang. Mulai dan selesaikan garis tepi dengan melewatkannya dibawah beberapa jahitan dari kristik yang sudah selesai dibagian bawah kain.

Menyelesaikan Kristik

Ketika kristik anda sudah selesai, cucilah dengan menggunakan air dingin dan deterjen yang ringan. Jangan di peras, tapi gulunglah didalam handuk bersih untuk menyerap kelebihan airnya. Selagi masih basah, taruh dengan bagian atas menghadap ke bawah dan taruh kain lain diatasnya kemudian setrika dengan panas sedang. Biarkan sampai kering. Kemudian anda bisa memberikan frame atau membuatnya menjadi sesuatu yang lain. Seperti aplikasi pada tas, handuk, baju, tempat jarum dan lain sebagainya.
Jangan takut dengan hasil yang tidak bagus, selama kita mau mempelajari teknik dan selalu berimprovisasi, suatu saat kita akan menghasilkan karya yang sempurna🙂
HAPPY CROSS STITCH!!!

~ oleh Wulan pada Juni 10, 2008.

2 Tanggapan to “Cross Stitch Untuk Pemula (bagian 2)”

  1. thx!!tis info helps me alot^^
    gonna go for my projek now^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: