Data Warehouse (4)

Beberapa Pilihan untuk membangun suatu Data Warehouse

Terdapat beberapa cara untuk mengembangkan data warehouse dalam suatu organisasi. Selain itu, ada beberapa dimensi yang harus dipertimbangkan antara lain sebagai berikut:

1) Ruang lingkup Data Warehouse

Ruang lingkup data warehouse mungkin seluas data dari seluruh perusahaan dari awal perusahaan itu berdiri atau mungkin juga hanya mencakup data untuk personal seperti seorang manager untuk satu tahun saja. Dalam kenyataannya, semakin luas ruang lingkupnya, semakin bermanfaat pula data warehouse tersebut bagi perusahaan dan itu berarti juga semakin mahal dan memerlukan waktu untuk membuat dan memaintainnya. Sebagai konsekuensinya, hampir semua organisasi memulainya dengan data warehouse fungsional, departemen atau divisi dan kemudian sedikit demi sedikit memperluasnya dengan melihat feedback dari user.

2) Data Redundancy

Ada tiga hal pokok dari data redundancy yang harus diperhatikan oleh perusahaan ketika mereka mempertimbangkan untuk membuat suatu data warehouse:

a.) “Virtual” atau “Point-to-Point” Data Warehouse

Strategi data warehouse Virtual atau point-to-point berarti user diperkenankan untuk untuk mendapatkan database operasional secara langsung menggunakan tool yang memungkinkan adanya “data access network”. Pendekatan ini pada akhirnya menyediakan fleksibilitas sebagaimana meminimumkan jumlah data yang redundan yang harus diload dan dimaintain. Pendekatan ini juga dapat menempatkan query yang tidak terrencana sebanyak mungkin dalam system operasional. Seperti dapat kita lihat, virtual data warehouse seringkali merupakan suatu strategi inisialisasi dalam organisasi dimana terdapat kebutuhan yang tidak terdefinisi dalam jumlah yang banyak untuk mendapatkan data operasional dari user yang banyak dan dimana frekuensi permintaan rendah. Virtual data warehouse sering menyediakan titik awal untuk organisasi untuk mempelajari kebutuhan user.

b.) Central Data Warehouse

Central Data Warehouse adalah apa yang dipikirkan oleh hampir semua orang ketika mereka diperkenalkan pertama kali pada konsep data warehouse. Central data warehouse adalah merupakan suatu database tunggal yang berisi semua data yang spesifik untuk fungsional area, departemen, divisi ataupun perusahaan. Central Data Warehouse sering dipilih jika ada kebutuhan umum dari data informasi dan terdapat banyak user yang terhubung ke suatu computer ataupun jaringan pusat. Central Data Warehouse dapat nerisi data dalam periode tertentu. Biasanya Central Data Warehouses berisi data dari berbagai macam system operasional. Central Data Warehouses bersifat nyata. Data yang disimpan dalam data warehouse dapat diakses dari satu tempat dan harus diload dan dimaintain secara reguler. Normalnya, data warehouses dibangun dengan menggunakan advanced RDBMs atau beberapa bentuk dari multi-dimensional informational database server.

c.) Distributed Data Warehouse

Distributed Data Warehouses secara tidak langsung menjelaskan namanya. Ini adalah data warehouse dimana komponen tertentu dari data warehouse didistribusikan melalui beberapa physical databases yang berbeda. Dengan makin bertambahnya data, organisasi besar menekankan pada pengambilan keputusan pada level yang lebih bawah dari suatu organisadi dan sebaliknya juga menekankan data untuk pengambilan keputusan tingkat bawah melalui LAN atau computer local untuk melayani pengambil keputusan lokal. Distributed Data Warehouse biasanya mengikutkan data redundan dan sebagai konsekuensinya adalah adanya proses load dan update data yang kompleks.

3) Tipe End-user

Jika kita lihat ada berbagai cara untuk mengorganisasikan data warehouse, begitu pula dengan user yang semakin banyak maka penting untuk memperhatikan peningkatan jumlah user. Secara umum ada tiga kateori user sebgai berikut: • Executives and managers • “Power” users (business and financial analysts, engineers, etc.) • Support users (clerical, administrative, etc.) Setiap kategori tersebut mempunyai requirement yang berbeda untuk data, akses, fleksibilitas dan kemudahan penggunaan. Pengembangan Data Warehouse Mengembangkan data warehouse yang baik tidak berbeda dengan pengembahan project-project IT yang lain, memerlukan kecermatan rencana, definisi requirement, desain, prototyping dan implementasi. Yang pertama dan paling penting adalah proses perencanaan yang menentukan strategi data warehouse yang akan dipakai oleh suatu organisasi.

1) Membangun Strategi Data Warehouse

Sebelum mengembangkan suatu data warehouse, sangat penting untuk mengembangkan strategi balanced data warehouse yang sesuai dengan kebutuhan dan populasi user. Siapakah audiencenya? Apa ruang lingkupnya? Tipe data warehouse seperti apa yang harus dipilih? Terdapat beberapa strategi yang dapat digunakan oleh suatu organisasi untuk dapat membuat suatu data warehouse. Salah satunya adalah dengan menetapkan lingkungan “Virtual Data Warehouse”. Virtual Data Warehouse dibuat dengan cara: (1) menginstal kumpulan akses data, direktori data dan fasilitas manajemen proses, (2) training user (3) memonitor bagaimana data warehouse digunakan dan kemudian (4) berdasarkan pemakaian actual, membuat suatu physical data warehouse untuk mendukung permintaan yang banyak. Strategi yang kedua adalah dengan membangun copy dari data operasional dari satu system operasional dan memungkinkan data warehouse dari sekumpulan tool untuk mengakses informasi. Strategi ini mempunyai keuntungan yaitu sederhana dan cepat. Sayangnya, jika data yang ada berkualitas jelek dan akses ke data tersebut kurang baik, maka pendekatan ini akan menimbulkan masalah yang signifikan. Pada akhirnya, Strategi data warehouse yang optimal adalah memilih populasi user berdasarkan nilai dari perusahaan dan melakukan analisa persoalan, pertanyaan dan kebutuhan akses data mereka. Berdasarkan kebutuhan ini, prototype data warehouse dibangun dan dipopulasikan sehingga user dapat bereksperimen dan memodifikasi requirement mereka. Sekali terbentuk persetujuan tentang kebutuhan mereka, kemudian data dapat diambil dari database operasional yang ada dalam perusahaan ataupun dari data source yang lain dan diload kedalam data warehouse. Jika diperlukan, tool untuk mengakses informasi dapat memungkinkan user untuk mendapatkan akses untuk mengambil data menggunakan tool favorit mereka atapun untuk memperkenankan pembuatan dari informasi multi-dimensi yang berperforma tinggi menggunakan datawarehouse sebagai dasarnya. Sebagai analisa akhir, tidak ada pendekatan untuk membangun suatu data warehouse yang dapat sesuai dengan kebutuhan setiap perusahaan. Kebutuhan setiap perusahaan berbeda satu sama lain sebagaimana konteks dari perusahaan tersebut. Sebagai tambahan, sejak teknologi data warehouse berkembang seprti yang sudah kita pelajari, hanya pendekatan praktislah yang berkembang sebenarnya.

2) Mengembangkan Arsitektur Data Warehouse

Salah satu kunci data warehouse adalah fleksibilitas. Sangat penting untuk diingat adalah semakin sukses strategi suatu data warehouse strategy maka semakain banyak user yang ingin ditambahkan kedalamnya.

3) Mendesain Data Warehouse

Membuat desain data warehouses sangat berbeda dengan membuat desain database operasional. Pertama, user data warehouse biasanya tidak tahu sebanyak apa keinginan dan kebutuhan mereka, tidak seperti user operasional. Kedua mendesain data warehouse seringkali melibatkan pemikiran kedepan dan lebih sulit lagi untuk mendefinisikan konsep bisnis daripada sekedar mendesain system operasional. Dalam hal ini, data warehouse sangat dekat dengan Business Process Reengineering (BPR). Akhirnya, strategi desain yang ideal untuk suatu data warehouse seringkali berbentuk outside-in sebagai lawan dari top-down. Tapi sementara desain data warehouse berbeda dari apa yang sudah kita pakai sekarang ini, tidaklah terlalu penting. Kenyataan bahwa user kesulitan mendefiniskan kebutuhan mereka. Pada prakteknya, desainer data warehouse menemukan bahwa mereka harus menggunakan setiap trik dalam buku untuk membantu user mereka untuk memvisualisasikan requirementnya. Dalam hal ini, prototype yang robust adalah merupakan hal yang sangat penting. Memanage Data Warehouses Data Warehouses bukanlah magic-mereka dibangun dengan kerja keras. Dalam banyak kasus, project data warehouse dilihat sebagai pengganti ukuran untuk menyediakan sesuatu untuk sesuatu hal yang terlihat tidak ada apa-apanya. Tapi data warehouse membutuhkan managemen dan marketing yang berhati-hati. Data warehouse merupakan suatu investasi yang berharga hanya jika user dapat memperoleh informasi yang vital secara lebih cepat dan murah daripada apa yang mereka gunakan sekarang ini. Sebagai konsekuensinya, managemen harus berpikir secara serius tentang bagaimana mereka menginginkan warehouse itu untuk perform dan bagaimana juga user menginginkannya. Dan managemen harus mengenali bahwa maintenance dari suatu struktur data warehouse adalah sama kritisnya dengan misi aplikasi kritikal lainnya. Kenyataannya, pengalaman telah menunjukkan bahwa data warehouse secara cepat menjadi salah satu system yang digunakan di semua organisasi. Managemen, khususnya tim managemen IT, harus mengerti bahwa jika mereka memulai program data warehouse, mereka akan membuat suatu permintaan baru atas system operasional mereka, seperti: permintaan data yang lebih baik, permintaan data yang konsisten, permintaan tipe data yang berbeda.

Pengembangan di Masa Depan

Data Warehousing merupakan suatu bidang baru yang sulit untu diperkirakan perkembangan baru apa yang akan mempengaruhinya. Jelasnya, perkembangan dari server-server DataBase parallel dengan perbaikan mesin query adalah yang paling penting. servers with improved query engines is likely to be one of the most important. Server-server parallel memungkinkan untuk mengakses database besar dengan waktu yang lebih singkat. Teknologi baru lainnya adalah data warehouse yang memperkenankan percampuran angka, tex dan multimedia. Ketersediaan tool yang sudah mengalami perbaikan untuk visualisasi data (business intelligence) memperkenankan user untuk melihat sesuatu yang sebelumnya tidak dapat dilihat.

Kesimpulan

Data Warehouse bukan suatu fenomena baru. Semua organisasi besar mempunyai data warehouse, tapi mereka hanya tidak memanagenya. Beberapa tahun kedepan, pertumbuhan data warehouse akan menjadi sangat tinggi dengan produk dan teknologi baru. Untuk bersiap menghadapi masa ini, penting bagi perencana dan pengembang data warehouse untuk mempunyai ide yang jelas tentang apa yang meerka cari dan kemudian memilih strategi dan metode yang akan sesuai dengan performance sekarang dan fleksibilitas di masa yang akan datang.

Keuntungan menggunakan arsitektur data warehouse adalah sebagai berikut:

  • Tersedianya framework yang terorganisasi – arsitektur menggambarkan jalur dalam peta dalam hubungan dengan komponen individual, bagaimana menyatukannya dengan baik, siapa yang memiliki setiap bagiannya dan juga prioritas.
  • Perbaikan fleksibliitas dan maintenance – memperkenankan anda untuk dapat menambah data souorce secara cepat, interface standar yang memungkinkan plug and play, serta model dan meta data memperkenankan analisa yang kuat dan perubahan single-point.
  • Perkembangan yang lebih cepat dan dapat digunakan kembali – pengembang warehouse sebaiknya mengerti proses data warehouse, content data base, dan business rule secara lebih cepat.
  • Tool Managemen dan komunikasi – mendefinisikan dan mengkomunikasikan arah dan ruang lingkup dari sekumpulan harapan, mengidentifikasikan aturan dan tanggungjawab dan mengkomunikasikan requirement ke vendor.
  • Mengkordinasikan kemampuan paralel – multiple, kemampuan independent secara relative mempunyai kesempatan untuk dikumpulan dengan sukses.

~ oleh Wulan pada Desember 29, 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: